Lewati ke konten utama

3 menit baca

Kapitasi dan Non-Kapitasi di FKTP: Cara BPJS Membayar Klinik

Kapitasi dibayar per peserta terdaftar, non-kapitasi per layanan tertentu. Ini beda keduanya dan kenapa pencatatan yang rapi penting untuk klinik FKTP.

Petugas klinik mencatat pelayanan terkait kapitasi BPJS klinik dan non-kapitasi

Kapitasi BPJS klinik adalah salah satu dari dua jalur pembayaran untuk fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP): kapitasi dan non-kapitasi. Klinik yang bekerja sama dengan BPJS menerima pembayaran lewat dua jalur ini. Dua istilah ini sering disebut bersamaan, padahal cara pembayarannya tidak sama—dan bedanya ikut memengaruhi cara klinik mencatat pelayanan serta membaca pemasukannya.

Tulisan ini menjelaskannya dengan bahasa sederhana, untuk pemilik dan pengelola klinik. Soal besaran tarif dan aturan terbarunya, itu mengikuti ketentuan resmi yang bisa berubah—paling aman diperiksa langsung ke BPJS Kesehatan.

Dua cara BPJS membayar FKTP

Ada dua skema. Kapitasi dihitung dari jumlah peserta yang terdaftar di klinik Anda, bukan dari berapa banyak yang berobat. Non-kapitasi dibayar untuk layanan tertentu yang benar-benar diberikan, di luar cakupan kapitasi.

Membedakan keduanya membantu Anda membaca pemasukan dengan lebih jernih: mana yang masuk rutin tiap bulan, dan mana yang bergantung pada layanan yang dikerjakan.

Apa itu kapitasi

Kapitasi dibayar berdasarkan jumlah peserta JKN yang terdaftar di klinik Anda, secara berkala. Berapa banyak yang datang berobat tidak mengubah dasar hitungnya—terdaftar seribu peserta, dasarnya tetap seribu, entah yang berkunjung banyak atau sedikit.

Besaran per peserta ditetapkan BPJS dengan mempertimbangkan beberapa hal di klinik, antara lain ketersediaan tenaga dan kelengkapan sarana. Ada satu hal yang mudah terlewat: kapitasi datang bersama harapan bahwa peserta benar-benar dilayani, bukan sekadar terdaftar namanya. Jadi data kepesertaan dan pelayanan tetap perlu dijaga rapi.

Apa itu non-kapitasi

Non-kapitasi dibayar untuk layanan tertentu yang tidak masuk cakupan kapitasi. Jenis layanan yang termasuk diatur BPJS, dan pembayarannya menyesuaikan apa yang benar-benar dikerjakan.

Karena dihitung per layanan, non-kapitasi menuntut bukti yang lebih rinci: apa yang diberikan, kepada siapa, dan kapan. Kalau catatannya tidak lengkap, klaim non-kapitasi jadi sulit disusun dan rawan ada yang terlewat.

Kenapa pencatatan pelayanan menentukan kapitasi BPJS klinik

Kapitasi dan non-kapitasi sama-sama bergantung pada satu hal: pelayanan yang tercatat rapi. Untuk kapitasi, catatan itu menunjukkan peserta memang dilayani. Untuk non-kapitasi, catatan itu menjadi dasar layanan yang ditagihkan.

Kalau pencatatannya berantakan atau tersebar ke mana-mana, dua-duanya sulit dipertanggungjawabkan—dan pemasukan yang sebenarnya bisa diklaim berisiko tidak tertagih.

Bagaimana DHealthcare membantu

DHealthcare adalah SIM Klinik berbasis browser yang mencatat kunjungan dan pelayanan pasien dalam satu alur. Karena datanya tersimpan rapi dan lebih mudah ditelusuri, menyiapkan informasi untuk pelaporan—baik sisi kepesertaan maupun layanan—jadi lebih ringan. DHealthcare juga siap terhubung dengan P-Care BPJS setelah prasyaratnya terpenuhi.

Sistem membantu menyediakan dan merapikan datanya. Ketentuan tarif, klaim, dan kepatuhan tetap mengikuti aturan BPJS dan menjadi tanggung jawab klinik.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa beda kapitasi dan non-kapitasi?
Kapitasi dibayar berdasarkan jumlah peserta yang terdaftar (tidak tergantung jumlah kunjungan), sedangkan non-kapitasi dibayar untuk layanan tertentu yang benar-benar diberikan di luar cakupan kapitasi.

Apakah semua layanan masuk kapitasi?
Tidak. Ada layanan tertentu yang masuk non-kapitasi dan dibayar terpisah. Jenis layanannya mengikuti ketentuan BPJS—periksa sumber resmi untuk daftar terbaru.

Kenapa pencatatan penting untuk pembayaran BPJS?
Karena catatan pelayanan menjadi dasar bahwa peserta dilayani (kapitasi) dan dasar layanan yang ditagihkan (non-kapitasi). Tanpa catatan yang rapi, keduanya sulit dipertanggungjawabkan.

Mulai dari memahami dan mencatat dengan rapi

Kapitasi dan non-kapitasi bukan sekadar istilah di berkas—keduanya menentukan bagaimana uang masuk ke klinik dari BPJS. Begitu Anda paham bedanya dan pencatatan pelayanan dijaga rapi, pemasukan lebih mudah dibaca dan dipertanggungjawabkan.

Untuk melihat bagaimana pencatatan pelayanan berjalan dalam satu sistem—terhubung dengan rekam medis elektronik—kunjungi solusi untuk klinik dari DHealthcare, atau coba langsung gratis.

—
Catatan: artikel ini bersifat edukasi, bukan acuan resmi. Ketentuan kapitasi, non-kapitasi, tarif, dan klaim mengikuti aturan JKN/BPJS Kesehatan yang berlaku dan dapat berubah. Periksa ketentuan terbaru pada sumber resmi BPJS Kesehatan.

Siap membuat operasional klinik lebih ringkas?

Coba DHealthcare — SIM Klinik untuk pendaftaran, rekam medis, farmasi, kasir, dan pelaporan dalam satu sistem.

Coba Gratis