Banyak dokter yang membuka praktik sendiri masih menganggap rekam medis elektronik sebagai urusan klinik besar. Padahal aturannya tidak membedakan skala: rekam medis dokter praktik mandiri juga wajib berbentuk elektronik. Kabar baiknya, memulainya tidak serumit yang dibayangkan, bahkan tanpa staf IT sekalipun.
Artikel ini membahas kenapa kewajiban itu ikut berlaku untuk praktik solo, cara memulai yang paling ringan, dan kaitannya dengan SATUSEHAT. Kalau yang Anda cari adalah gambaran alur administrasi praktik secara menyeluruh, dari pendaftaran sampai pembayaran, kami sudah membahasnya di artikel administrasi harian praktik dokter mandiri.
Rekam medis dokter praktik mandiri tetap wajib elektronik
Permenkes No. 24 Tahun 2022 mewajibkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan menyelenggarakan rekam medis elektronik, dan tempat praktik mandiri dokter termasuk di dalamnya. Tenggat penyesuaiannya, akhir 2023, sudah lama lewat. Artinya, RME untuk praktik mandiri bukan lagi soal “nanti kalau sudah ramai pasien”, melainkan kewajiban yang perlu mulai dipenuhi secara bertahap.
Di luar urusan aturan, ada alasan yang lebih dekat dengan keseharian Anda. Di praktik solo, Andalah yang mencari berkas, menulis catatan, sekaligus melayani pasien berikutnya yang sudah menunggu. Selama pasien belum banyak, buku dan map mungkin masih terasa cukup. Masalah muncul ketika pasien lama datang kembali setelah setahun dan Anda harus membongkar tumpukan berkas untuk menemukan riwayatnya, atau tidak menemukannya sama sekali.
Rekam medis yang tersimpan rapi secara elektronik membuat riwayat pasien bisa dibuka dalam hitungan detik. Untuk dokter yang bekerja sendirian, penghematan waktu seperti ini terasa langsung.
Memulai tanpa tim IT: pilih yang berjalan di browser

Kekhawatiran paling umum dari dokter praktik mandiri biasanya bukan soal harga, melainkan soal teknis: siapa yang memasang, siapa yang merawat sistemnya? Jawabannya ada di jenis sistem yang Anda pilih. RME berbasis cloud berjalan lewat browser, sehingga tidak butuh server, instalasi, maupun orang IT khusus. Laptop atau tablet yang sudah Anda miliki umumnya sudah cukup.
Saat membandingkan pilihan, periksa beberapa hal praktis berikut:
- Bisa dibuka lewat browser di laptop atau tablet, tanpa instalasi dan tanpa server sendiri.
- Pencatatan pemeriksaan, resep, dan kuitansi selesai dari satu layar. Ini penting ketika semua peran Anda kerjakan sendiri.
- Sudah menyiapkan jalur pengiriman data ke SATUSEHAT, sehingga sisi teknisnya tidak menjadi beban Anda.
- Ada pendampingan saat mulai, dari penyiapan akun sampai pertanyaan sehari-hari.
Satu saran agar langkah awalnya ringan: jangan menunggu seluruh berkas lama selesai dipindahkan. Mulailah mencatat pasien yang datang hari ini secara elektronik, lalu lengkapi riwayat lama sedikit demi sedikit saat pasien tersebut berkunjung kembali.
RME adalah pintu masuk ke SATUSEHAT
SATUSEHAT adalah platform pertukaran data kesehatan milik Kementerian Kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk praktik mandiri, diarahkan untuk terhubung ke sana. Data yang dikirim ke SATUSEHAT berasal dari rekam medis elektronik. Tanpa RME, tidak ada yang bisa dikirim; keduanya memang satu paket.
Ini alasan lain untuk memilih sistem yang sudah menyiapkan koneksinya. Setelah prasyarat administrasinya terpenuhi, pengiriman data berjalan dari dalam sistem tanpa Anda harus memahami detail teknisnya.
Perlu digarisbawahi: sistem hanya membantu sisi pencatatan dan administrasi. Isi catatan medis, diagnosis, dan terapi sepenuhnya kewenangan Anda sebagai dokter. Beberapa sistem, termasuk DHealthcare, menyediakan bantuan AI untuk menyusun draf catatan pemeriksaan. Statusnya tetap draf yang Anda periksa, koreksi, dan putuskan sendiri.
Kebutuhannya berbeda dengan klinik, arahnya sama
RME di klinik melibatkan banyak peran: pendaftaran, perawat, dokter, farmasi, kasir. Pembahasan untuk skala itu sudah kami tulis di artikel rekam medis elektronik untuk klinik. Di praktik mandiri, kebutuhannya lebih sederhana karena hampir semua peran ada di tangan Anda.
Justru karena itu, pilih sistem yang tidak memaksa Anda melewati alur panjang ala klinik besar. Namun ada nilainya memilih sistem yang bisa tumbuh: kalau suatu saat praktik Anda berkembang menjadi klinik dengan staf tambahan, sistem yang mendukung koordinasi antar-peran membuat data pasien ikut berpindah tanpa mulai dari nol.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apakah dokter praktik mandiri benar-benar wajib memakai rekam medis elektronik?
Ya. Permenkes 24/2022 mencakup tempat praktik mandiri dokter, bukan hanya klinik dan rumah sakit. Karena tenggatnya sudah lewat, langkah paling masuk akal adalah mulai sekarang secara bertahap daripada menunggu ditegur saat pengurusan izin atau pembinaan dinas kesehatan.
Apakah saya perlu komputer khusus atau staf IT?
Tidak, selama Anda memilih RME berbasis cloud. Sistem seperti ini dibuka lewat browser di laptop atau tablet dengan koneksi internet. Pembaruan dan pemeliharaan sistem menjadi urusan penyedia, bukan Anda.
Mulai dari yang paling ringan
Kewajiban RME tidak harus terasa berat untuk praktik solo. Dengan sistem berbasis browser, Anda bisa mulai mencatat secara elektronik hari ini juga, dari perangkat yang sudah ada, tanpa menambah orang.
DHealthcare dirancang agar dokter praktik mandiri bisa mencatat pemeriksaan, menerbitkan resep, dan mencetak kuitansi dari satu layar. Kunjungi halaman solusi untuk dokter praktik mandiri untuk melihat detailnya, atau langsung coba sendiri dengan mendaftar akun trial.



